Mahasiswa Sehat dengan Gizi Seimbang
Mahasiswa Sehat dengan Gizi
Seimbang
Nama: Zida Amalia
D-III Gizi 1A
Mahasiswa
di zaman sekarang ini harus memiliki kesehatan yang stabil dan memiliki gizi
seimbang. Menurut Wikipedia.org (2012), “gizi seimbang adalah
susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman
atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal”.
Supaya mahasiswa Indonesia khususnya
dapat berfikir dengan jernih dan memiliki ide-ide yang cemerlang dengan
menerapkan hidup sehat dan gizi seimbang. Menurut Almatsier (2010:3), “gizi
mempunyai pengertian lebih luas; disamping untuk kesehatan, gizi dikaitkan
dengan potensi ekonomi seseorang, karena gizi berkaitan dengan perkembangan
otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja”.
Fungsi
gizi atau makanan untuk menunjang pembelajaran mahasiswa dapat berupa gizi
seimbang. Menurut Wardhani (2018:7), “fungsi gizi atau makanan antara lain
digunakan tubuh untuk memelihara atau mempertahankan hidup, pertumbuhan dan
perbaikan jaringan tubuh”. Selain itu, berolahraga juga penting untuk menjaga
kesahatan tubuh, hendaknya juga membiasakan perilaku hidup bersih. Istirahat
dengan teratur juga sangat dibutuhkan bagi tubuh untuk mendapatkan hidup sehat.
Menurut Hanifah (2011:30), “istirahat yang cukup diperlukan agar tubuh dapat
kembali ke kondisi normal setelah digunakan untuk beraktivitas. Istirahat
terbaik adalah tidur. Tidur 4-6 jam sehari sudah lebih dari cukup. Tidur
terlalu lama, akan cenderung mengganggu kesehatan”.
Para
mahasiswa pastinya sekarang jauh dengan orangtua dan lingkungan keluarga, dan
juga kurang memperhatikan pola makan serta makanan sehari-hari yang dikonsumsi.
Indonesia sendiri memiliki gambaran urutan-urutan makanan seimbang berupa
gambar piramida yang menjelaskan tentang cara makan untuk menghasilkan gizi
seimbang yang bentuknya kerucut lebih mirip dengan tumpeng, piramida ini
memiliki banyak peranan penting dalam tubuh manusia yang patut dijadikan
pedoman sehari-hari (Khomsan dan Anwar, 2008:13). Cara mencapai gizi seimbang, hendaknya
mahasiswa mengerti zat-zat gizi yang diperlukan bagi tubuh. Karbohidrat, lemak,
dan protein merupakan tiga jenis zat makro. Sumber utama dari ketiga zat gizi
tersebut adalah karbohidrat dan lemak, sedangkan protein berfungsi sebagai zat
pembangun (Almatsier, soetarjdo, dan soekatri, 2011:3). Mahasiswa juga harus
memperhatikan asam basa tubuh seimbang, menurut Gunawan (2012:25), “menu
sehari-hari kebanyakan orang sekarang umumnya lebih besar makanan pembentuk
asam, dan hanya sedikit makanan pembentuk basa. Porsi nasi dan lauk protein
seperti daging, ikan atau telur umumnya lebih besar dibandingkan buah dan
sayuran segar”. Jadi hendaknya dapat menyeimbangkan makanan yang mengandung
asam dan basa agar terwujud gizi seimbang.
Apabila mahasiswa zaman sekarang kurang dalam
memperhatikan kesehatan tubuhnya, contohnya kurang mengkonsumsi makanan yang
mengandung vitamin A. Kekurangan vitamin A dapat merupakan kekurangan priper
dan sekunder, yaitu akibat kurang konsumsi dan dapat terjadi pada penderita
kurang energi protein (KEP), penyakit hati, alfa, beta-lipoproteinemia, atau
gangguan absorpsi karena gangguan asam empedu (Adriani dan Wirjatmadi,
2016:97). Maka apabila masih memiliki masalah dengan gaya hidup yang kurang
sehat dan gizi belum seimbang, maka bisa konsultasi kepada yang lebih ahli dalam
bidangnya. Menurut Cornelia, dkk (2013:7) “konseling gizi adalah serangkaian
kegiatan sebagai proses komunikasi dua arah untuk menanamkan dan meningkatkan
pengertian, sikakap, serta perilaku sehingga membantu klien atau pasien
mengenali dan mengatasi masalah gizi melalui pengaturan makanan dan minuman”.
Utamanya
bagi remaja, gizi seimbang sangat diperlukan bagi tubuh, menurut Susianto
(2010:83), “nutrisi utama yang dibutuhkan pada masa remaja adalah kalsium yang
berguna untuk membentuk tulang. Kepadatan tulang ditentukan pada masa remaja
dan dewasa muda sehingga sangat penting untuk memakan tiga jenis atau lebih sumber
kalsium setiap hari”. Jadi sebagai mahasiswa yang sehat dan memiliki gizi
seimbang hendaknya mengikuti aturan-aturan atau tata cara hidup sehat. Menurut
Sudewo (2009:19), “hidup seimbang adalah sarana mutlak untuk mencapai
kebahagiaan. Makna kebahagiaan bukanlah sesuatu yang sederhana karena
menyangkut aspek kreativitas, kekayaan, kepuasan jasmani, spiritualitas, dan
pencerahan hati”
DAFTAR RUJUKAN
Almatsier,
S. (Ed). 2010. Penuntun Diet.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier,
S. (Ed). 2011. Gizi Seimbang dalam daur
kehidupan. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Andriani,
M. & Bambang. 2016. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Anonim.
2018. Gizi Seimbang. (Daring).
diakses pada 29 Agustus 2018.
Apriliana,
D. S. (Ed). 2018. Gizi Dasar Plus 30 Resep
Masakan Lezat Nan Praktis
untuk
Pemula.Yogyakarta:
Diandra Kreatif.
Hadibroto,
C. dan Gretiana, S. (Eds). 2012. Food
Combining. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Khomsan,
A. dan Anwar, F. 2008. Sehat Itu Mudah.
Jakarta Selatan: PT Mizan
Publika.
Cornelia.
dkk. 2013. Konseling Gizi. Jakarta
Timur: Penebar Plus* (Penebar
Swadaya Grub).
Sudewo,
B. 2009. Buku Pintar Hidup Sehat Cara Mas
Dewo. Jakarta Selatan: PT
Agromedia Pustaka.
Susianto.
2010. The Miracle Of Vegan. Jakarta
Selatan: Qanita.
Komentar
Posting Komentar